Rabu, 03 April 2013

Bidang Bioinformatika

Bioinformatika merupakan ilmu terapan yang lahir dari perkembangan teknologi informasi dibidang molekular. Pembahasan dibidang bioinformatik ini tidak terlepas dari perkembangan biologi molekular modern, salah satunya peningkatan pemahaman manusia dalam bidang genomic yang terdapat dalam molekul DNA.

Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi kode genetik DNA ini sangat didukung oleh teknologi informasi melalui perkembangan hardware dan sofware. Baik pihak pabrikan sofware dan harware maupun pihak ketiga dalam produksi perangkat lunak. Salah satu contohnya dapat dilihat pada upaya Celera Genomics, perusahaan bioteknologi Amerika Serikat yang melakukan pembacaan sekuen genom manusia yang secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa melakukan pekerjaannya dalam waktu yang singkat (hanya beberapa tahun).

Perkembangan teknologi DNA rekombinan memainkan peranan penting dalam lahirnya bioinformatika. Teknologi DNA rekombinan memunculkan suatu pengetahuan baru dalam rekayasa genetika organisme yang dikenala bioteknologi. Perkembangan bioteknologi dari bioteknologi tradisional ke bioteknologi modren salah satunya ditandainya dengan kemampuan manusia dalam melakukan analisis DNA organisme, sekuensing DNA dan manipulasi DNA.

Sekuensing DNA satu organisme, misalnya suatu virus memiliki kurang lebih 5.000 nukleotida atau molekul DNA atau sekitar 11 gen, yang telah berhasil dibaca secara menyeluruh pada tahun 1977. Kemudian Sekuen seluruh DNA manusia terdiri dari 3 milyar nukleotida yang menyusun 100.000 gen dapat dipetakan dalam waktu 3 tahun, walaupun semua ini belum terlalu lengkap. Saat ini terdapat milyaran data nukleotida yang tersimpan dalam database DNA, GenBank di AS yang didirikan tahun 1982.

Komentar :

Bioinformatika dalam bidang genomic yang terdapat dalam molekul DNA sangatlah berperan penting untuk memahami dan memanipulasi kode genetik DNA, sehingga sangat diperlukan teknologi informasi yang canggih melalui perkembangan hardware dan software agar bisa menyelesaikan dengan cepat dan mudah. 

Sumber :

Bioinformatika

Bioinformatika adalah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.

Sejarah
Istilah bioinformatics mulai dikemukakan pada pertengahan era 1980-an untuk mengacu pada penerapan komputer dalam biologi. Namun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan basis data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologis sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Kemajuan teknik biologi molekular dalam mengungkap sekuens biologis dari protein sejak awal 1950-an dan asam nukleat sejak 1960-an mengawali perkembangan basis data dan teknik analisis sekuens biologis. Basis data sekuens protein mulai dikembangkan pada tahun 1960-an di Amerika Serikat, sementara basis data sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970-an di Amerika Serikat dan Jerman pada European Molecular Biology Laboratory, Laboratorium Biologi Molekular Eropa. Penemuan teknik sekuensing DNA yang lebih cepat pada pertengahan 1970-an menjadi landasan terjadinya ledakan jumlah sekuens DNA yang berhasil diungkapkan pada 1980-an dan 1990-an, menjadi salah satu pembuka jalan bagi proyek-proyek pengungkapan genom, meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan dan analisis sekuens, dan pada akhirnya menyebabkan lahirnya bioinformatika.

Perkembangan Internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Basis data bioinformatika yang terhubung melalui Internet memudahkan ilmuwan mengumpulkan hasil sekuensing ke dalam basis data tersebut maupun memperoleh sekuens biologis sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaran program-program aplikasi bioinformatika melalui Internet memudahkan ilmuwan mengakses program-program tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.


Analisis ekspresi gen

Ekspresi gen dapat ditentukan dengan mengukur kadar mRNA dengan berbagai macam teknik (misalnya dengan microarray ataupun Serial Analysis of Gene Expression ["Analisis Serial Ekspresi Gen", SAGE]). Teknik-teknik tersebut umumnya diterapkan pada analisis ekspresi gen skala besar yang mengukur ekspresi banyak gen (bahkan genom) dan menghasilkan data skala besar. Metode-metode penggalian data (data mining) diterapkan pada data tersebut untuk memperoleh pola-pola informatif. Sebagai contoh, metode-metode komparasi digunakan untuk membandingkan ekspresi di antara gen-gen, sementara metode-metode klastering (clustering) digunakan untuk mempartisi data tersebut berdasarkan kesamaan ekspresi gen.


Komentar :
Bioinformatika merupakan gabungan antara ilmu biologi dengan teknik informatika atau komputasional, sehingga dapat mengelola dan menganalisis informasi biologi dengan cepat dan mudah, salah satunya analisis ekspresi gen. Dalam menganalisis ekspresi gen ini diperlukan berbagai macam teknik komputasional, maka kedua ilmu tersebut memang saling berkaitan satu sama lainnya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika

Achmad Chaeroni
544 09 129
4 IA 07

ERD Design


Pada saat praktikum saya diberi tugas untuk membuat contoh ERD. ERD ini adalah mengenai desaign dari setiap kemasan produk dari perusahaan. Pada entitas desaign_produk terdapat beberapa atribut, yaitu id_design sebagai primary keynya, id_barang sebagai foreign keynya, nama_barang, tanggal_pembuatan, dan design_barang. Sedangkan entitas barang berisi id_barang sebagai primary keynya, nama_barang, stok, harga, jenis_barang, id_design.

Untuk setiap atribut pada entitas tersebut seharusnya seragam dengan atribut pada entitas bagian-bagian lainnya seperti pada bagian gudang dan suplier. Relasi yang digunakan pada entitas tersebut adalah one to one. Yaitu setiap barang hanya memiliki satu design produk, dan satu design produk hanya dimiliki oleh satu barang.

Achmad Chaeroni
544 09 129
4 IA 07

Komputasi Modern Pada Website Hoka Hoka Bento Indonesia

Definisi Komputasi Modern

Komputasi modern terdiri dari dua kata yaitu komputasi dan modern. Komputasi dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan permasalahan dari data input dengan suatu algoritma. Komputasi merupakan subbagian dari matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental dan kadang-kadang menggunakan tabel. disebut modern karena menggunakan alat canggih saat menyelesaian masalah. Maka dapat di simpulkan Komputasi modern adalah perhitungan yang menggunakan computer canggih dimana pada computer tersebut tersimpan sejumlah algoritma untuk menyelesaikan masalah perhitungan secara efektif dan efisien.

Saya mendapat tugas mata kuliah softskill “Pengantar Komputasi Modern”. Dalam tugas ini saya akan menjelaskan tentang penerapan komputasi modern pada website Hoka Hoka Bento Indonesia. Website ini termasuk menerapkan sistem komputasi modern karena terdapat pemesanan online sehingga konsumen dapat langsung mengaksesnya melalui internet. Berikut adalah langkah-langkah untuk memesan secara online.

Pertama-tama adalah tampilan beranda website Hoka Hoka Bento Indonesia.  Di sebelah kiri terdapat menu untuk pesan online, jika anda ingin order maka bisa klik pada menu tersebut.


Selanjutnya setelah mengklik menu pesan online, tampilan web menuju ke pilihan menu. Dalam pilihan menu terdapat beberapa menu, yaitu : satuan, paket, sup & snacks, hidangan penutup & minuman, dan kidzu bento. Misalkan konsumen akan memesan pilihan menu paket, jadi klik saja icon paket tersebut.


Kemudian dalam menu paket terdapat beberapa hidangan yang akan dipesan, misalkan konsumen ingin memesan paket C lalu klik tombol pesan.


Setelah konsumen memilih makanan yang dipesan tersebut, maka tampilan web muncul untuk mengkonfirmasi pesanan tersebut. Dalam konfirmasi ini menampilkan rincian-rincian biaya yang akan dibayar oleh konsumen, jika konsumen setuju maka klik tombol lanjut.


Selanjutnya langkah terakhir adalah mengisi data konsumen untuk informasi pengiriman pesanan makanan tersebut. Terdapat form-form untuk melengkapi data konsumen, jadi konsumen tinggal mengisi sesuai dengan data dirinya. Setelah semuanya terisi dengan benar dan lengkap maka klik tombol antar untuk mengirimnya.



Komentar pribadi :
Menurut saya website ini sudah sangat baik untuk diakses oleh para konsumen, kelebihan dari website ini adalah tampilannya yang sangat dinamis dan interaktif sehingga menarik bagi para konsumen untuk mengunjunginya bahkan memesan makanan dengan cara pesan online yang caranya sangat mudah untuk bisa memakainya, hanya dengan tinggal mengikuti alur yang disediakan dengan mengklik tombol-tombol saja dan mengisi data konsumen pada form yang disediakan  untuk informasi pesanan. Sedangkan kekurangannya menurut saya sangat kecil untuk dikomentari, yaitu tampilannya seperti diperuntukan untuk kalangan anak-anak dengan gambar-gambar pada website tersebut.

Sumber :

Achmad Chaeroni
544 09 129
4 IA 07

Minggu, 11 November 2012

Badan Usaha


Pengertian Badan Usaha

Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

Jenis–Jenis Badan Usaha

·         Badan Usaha Agraris.
adalah badan usaha yang membudidayakan tumbuhan dan hewan. Contoh : perkebunan, peternakan dan pertanian.

·         Badan Usaha Perdagangan.
adalah badan usaha yang dilakukan dengan cara membeli barang untuk dijual lagi agar memperoleh keuntungan. Contoh : pertokoan.

·         Badan Usaha Industri.
adalah badan usaha yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh : Industri minyak, industri tekstil dan lain sebagainya.

·         Badan Usaha Ekstraktif.
adalah badan usaha yang mengambil langsung apa yang dihasilkan alam. Contoh: pertambangan, penebangan kayu dan pembuatan garam.

·         Badan Usaha Jasa.
adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa, yang memberikan pelayanan jasa kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Contoh : jasa angkutan dan jasa telekomunikasi.

Membuat Brosur


1. Achmad Chaeroni – 544 09 129
2. Fadlil Hadi – 524 09 026
3. Fajrin Imam – 554 09 518
4. Hafis Prananto – 524 09 631
5. Hani Hambali – 564 09 954


Minggu, 21 Oktober 2012

Freezing the Scene


Menurut Ruby Alamsyah, digital forensik atau terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital tersebut termasuk hardisk, flashdisk, handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.
 
  Kejahatan komputer kini semakin meningkat, diantaranya ada kejahatan dengan motif intelektual., biasanya jenis  ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi.. Kemudin ada kejahatan dengan motif politik, ekonomi, atau kriminal yang potensial yang dapat menimbulkan kerugian bahkan perang informasi. Komputer forensik dapat diartikan sebagai pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber daya komputer yang mencakup sistem komputer, jaringan komputer, jalur komunikasi, dan berbagai media penyimpanan yang layak untuk diajukan dalam sidang pengadilan.

Permodelan forensik setidaknya akan melibatkan 3 komponen yang harus dikelola dengan baik sehingga membentuk hasil akhir yang layak untuk di pertanggungjawabkan kebenarannya. Ketiga komponen tersebut adalah manusia, peralatan, dan aturan.

Aktivitas forensik komputer, diantaranya:

Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan.
Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.

Tahapan Aktivitas Forensik
Secara metodologis, terdapat paling tidak 14 (empat belas) tahapan yang perlu dilakukan dalam aktivitas forensik, sebagai berikut:
1. Pernyataan Terjadinya Kejahatan Komputer
2. Pengumpulan Petunjuk atau Bukti Awal
3. Penerbitan Surat Pengadilan
4. Pelaksanaan Prosedur Tanggapan Dini
5. Pembekuan Barang Bukti pada Lokasi Kejahatan
6. Pemindahan Bukti ke Laboratorium Forensik
7. Pembuatan Salinan terhadap Barang Bukti
8. Pengembangan Barang Bukti
9. Penyiapan Rantai Posesi Barang Bukti
10. Penyimpanan Barang Bukti Asli di Tempat Aman
11. Analisa Barang Bukti Salinan
12. Pembuatan Laporan Forensik
13. Penyerahan Hasil Laporan Analisa
14. Penyertaan dalam Proses Pengadilan

Tujuan Digital Forensik
Tujuan dari digital forensik adalah untuk menjelaskan seputar digital artefak yakni sistem komputer, media penyimpanan (harddisk atau CD-ROM), dokumen elektronik (E-mail atau gambar JPEG) atau paket–paket data yang bergerak melalui jaringan komputer.

Barang Bukti Digital Sebagai Alat Bukti Sah
Menurut Pasal 5 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyebutkan bahwa “informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dan atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah”.

Bukti Digital / Elektronik
Menurut Eoghan Casey: “Semua barang bukti informasi atau data baik yang tersimpan maupun yang melintas pada sistem jaringan digital, yang dapat dipertanggungjawabkan di depan pengadilan”. Menurut Scientific Working Group on Digital Evidence : “Informasi yang disimpan atau dikirimkan dalam bentuk digital”. Contoh barang bukti digital : alamat E-Mail, wordprocessor/spreadsheet files, source code dari perangkat lunak, files bentuk images (JPEG, PNG, dll), web browser bookmarks, cookies serta kalender dan to do list.

Penanganan Barang Bukti Digital
Penanganan barang bukti digital perlu dilakukan secara khusus mengingat barang bukti digital tergolong rapuh sehingga sangat besat kemungkinan terjadinya pencemaran barang bukti digital baik disengaja maupun tidak disengaja. Kesalahan kecil pada penanganan barang bukti dapat membuat barang bukti digital tidak dapat diajukan dipengadilan sebagai alat bukti yang sah dan akurat.

Prinsip Kerja Forensik Digital
Menurut Pavel Gladyshev prinsip kerja dari forensik digital adalah :Pemeliharaan (“Freezing the Crime Scene”) Mengamankan lokasi dengan cara menghentikan atau mencegah setiap aktivitas yang dapat merusak atau menghilangkan barang bukti.
Pengumpulan. Menemukan dan mengumpulkan semua barang bukti digital atau hal – hal yang dapat menjadi barang bukti atau informasi apa saja yang masih bersangkutan dengan kasus yang sedang diselidiki.
Pemeriksaan. Menganilisis barang bukti yang ada dan mencari data sebanyak – banyaknya yang berhubungan dengan kasus. Tahap ini adalah penentuan apakah pelaku kejahatan bisa tertangkap atau lolos dari jeratan hukum.
Analisis. Menyimpulkan bukti – bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan.

Tantangan Forensik Digital
Dalam mengumpulkan bukti forensik digital, banyak tantangan – tantangan yang harus dihadapi oleh para penyidik seperti :
Bagaimana menangani kasus yang melibatkan media perangkat digital
Bagaimana menemukan bukti dari web browser secara forensik suara
Bagaimana menganalisis bukti dalam segala kondisi berbeda baik secara perangkat maupun system
Bagaimana melacak dan mendapatkan pelaku (tak menutup kemungkinan si pelaku adalah orang dalam)
Bagaimana mengidentifikasi dan menyelidiki kasus – kasus seperti spionase korporasi
Bagaimana melakukan investigasi network logs guna melacak dan mengadili penjahat cyber

Pemrosesan Barang Bukti
Terdapat perdebatan dalam komunitas forensik untuk melakukan plug suatu sistem, misalnya apakah diperlukan untuk mematikan mesin. Sistem operasi bersangkutan akan merupakan kuncinya. Jika ada suatu usaha compromise atau penyusupan, penyelidikan diarahkan pada proses yang ada di memori, sistem file yang dipetakan melalui jaringan, koneksi mencurigakan lainnya pada host tersebut dan port apa yang sedang dipergunakan.

Melacak Sumber Program Perusak
Hal yang menarik bagi pelaku penyusupan kejahatan dan komputer adalah faktor anonimitas, artinya pembuat virus, trojan, atau pelaku compromise tidak merasa khawatir akan dikenali. Di sisi lain, insiden penyusupan virus, worm, trojan dan cracker kadang meninggalkan potongan program. Bisakah dengan peninggalan tersebut diidentifikasi sumbernya? Peninggalan dari serangan tersebut bisa berupa source program, kode object, shell script, perubahan pada program yang ada, atau file teks yang dibuat oleh penyusup. Hal tersebut bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi sumber dari serangan, serupa dengan analisis tulisan tangan yang dilakukan oleh aparat hukum untuk mengenali penulis suatu dokumen. Hal ini biasa disebut forensik perangkat lunak.